Sunday, August 7, 2011

Kenapa maksiat still ada sedangkan setan dah diikat..??

Helo-helo....

Alhamdunillah..hari ni masuk hari ketujuh kita berpuasa.... sedar tak sedar dah nk masuk seminggu kan...

ok..baru2 ni aku ade la bukak Buletin TV3... antara paparan berita y disampaikan termasuklah perihal beberapa kerat manusia y masih melakukan maksiat...walaupun berada di bulan puasa... so..aku pun tertanya2 la jugak kan..apesal ek maksiat still on time bulan puasa..?? bukankah setan2 sume sudah diikat kemas2 supaya tidak menganggu umat manusia untuk beribadat.. sebagaimana yang tercatat didalam beberapa hadis seperti:
“Daripada Abu Hurairah r.a. bahawasanya Nabi saw telah bersabda : “Apabila datangnya Ramadhan, maka dibuka pintu-pintu syurga dan ditutup pintu-pintu neraka dan dirantai/dibelenggu para syaitan.” (HR al-Bukhari dan Muslim)

tapi..persoalannya sekarang...mengapa maksiat masih ada...walaupun punca kepada maksiat sudah dirantai..??




ada beberapa pendapat y dikeluarkan oleh ulamak... antaranya:

1. Al-Qurthubi

Jika dikatakan, bagaimana kita masih dapat menyaksikan banyaknya keburukan dan kemaksiatan di bulan Ramadan. Seandainya setan diikat, seharusnya hal itu tidak terjadi?" Maka jawabanya adalah, "Bahwa kemampuan setan menggoda menjadi berkurang dalam menggoda orang-orang yang berpuasa apabila dia memperhatikan syarat-syarat dan adab-adabnya. Atau pemahaman lain bahwa yang diikat hanyalah setan pembangkang, bukan semuanya sebagaimana disebutkan dalam sebagian riwayat. Atau yang dimaksud adalah berkurangnya keburukan di bulan tersebut, dan ini adalah perkara yang dapat dirasakan, karena terjadinya keburukan menjadi berkurang di bulan ini. Disamping itu, kalaupun semua setan diikat, hal itu bukan berarti tidak akan terjadi keburukan dan kemaksiatan, karena semua itu dapat terjadi karena sebab selain setan, seperti jiwa yang buruk, serta kebiasaan jelek atau karena setan manusia
sumber disini

2. Al-Syeikh Muhamad bin Soleh al-Uthaimin

Al-Syeikh Muhamad bin Soleh al-Uthaimin ketika ditanya tentang persoalan ini menjawab :

“Di dalam sebahagian riwayat hadith (maksudnya) : “Dibelenggu padanya (Ramadhan) syaitan-syaitan yang degil/derhaka.” Atau (dengan lafaz) Tughallu di sisi al-Nasaie atau yang seumpamanya yang termasuk dalam perkara ghaib yang mana hendaklah kita menerima dan membenarkannya, dan kita tidak membicarakannya lebih daripada yang itu, sesungguhnya inilah yang lebih selamat bagi agama seseorang dan lebih baik untuknya…. kemudian secara zahir dibelenggunya syaitan itu (adalah membawa maksud dibelenggu) daripada memesong/menyesatkan manusia disebabkan banyaknya kebaikan dan (mereka banyak) kembali (bertaubat) kepada Allah dalam bulan Ramadhan.”
sumber disini


3. Imam Nawawi

Menurut Imam Nawawi Rahimahullah di dalam syarahnya menyebut bahawa proses perantaian tersebut hanyalah satu simbolik atau majaz untuk menunjukkan betapa syaitan sudah tidak mampu untuk melaksanakan tugasnya seperti biasa memandangkan orang-orang Islam sudahpun berpuasa. Ini kerana, puasa yang dilakukan oleh orang-orang Islam akan menyempitkan saluran darah yang menjadi laluan syaitan dan akan berkuranglah nafsu yang merajai hati manusia selama ini. Oleh kerana itu, syaitan tidak dapat menjalankan tugasnya dan keadaan ini menyebabkan dirinya bagaikan di'rantai'. Dalam erti kata lain, puasalah yang menjadi punca kepada perantaian ini dan kepada orang-orang yang tidak melaksanakan ibadat puasa, pengaruh syaitan ke atas dirinya samalah seperti bulan-bulan yang lain.

sumber disini

actually...ini hanya pendapat dari imam2 dan alim ulamak sahaja.... tapi..maybe pendapat ini ada kebenarannya jugak kan.. yang penting..kita kena sentiasa menjaga diri dan mempertingkatkan amalan kita sepanjang bulan Ramadhan ni....

wallahualam....

p/s: kadang2...manusia tu lebih teruk dari setan...

No comments:

Post a Comment